radarlamongan.co - jawaposradarlamongan — Permasalahan eceng gondok belum bisa diselesaikan secara tuntas.
Hingga kemarin (27/1) eceng gondok masih memenuhi sejumlah sungai. Salah satunya, sungai di sekitar bawah jembatan Kiringan, Kecamatan Turi.
Anggota Komisi C DPRD Lamongan, Ali Afandi, mendorong terus dilakukan pembersihan eceng gondok di beberapa sungai. Tujuannya, memperlancar arus air di Bengawan Jero. Selain itu, agar perahu sebagai alat transportasi di air bisa lancar melalui sungai tersebut. "Supaya perekonomian di sekitar jalur sungai lancar," ujar Ali.
Dia mengajak masyarakat untuk bahu membahu bekerja bakti menjaga sungai.
"Kita juga menyadarkan ke masyarakat sekitar agar tidak membuang sampah sembarangan di sungai," imbuh politisi F-PKB ini.
Anggota Komisi C lainnya, Ahmad Umar Buwang, mengatakan, komisinya mengapresiasi langkah pemkab dalam penanganan banjir.
Komisi C juga terus mendorong pembersihan eceng gondok dan antisipasi terjadinya kenaikan air.
"Sebelumnya komisi C juga rapat dengan pemda terkait itu," katanya. Buwang berharap di tahun ini normalisasi sejumlah sungai terealisasi. Sebab, ada sungai yang mengalami pendangkalan.
"Normalisasi sungai yang mulai pendangkalan," ujar politis F-PDIP tersebut.
Kabid Operasi dan Pemeliharaan Dinas PU SDA Lamongan, Saikhu Rohman, mengatakan, dinasnya terus melakukan kegiatan Gerakan Perahu Sikat Eceng Gondok (Garpu Sendok), sejak Desember.
Start dari Sungai Blawi dan kemarin sudah di Desa Blajo, Kecamatan Kalitengah.
"Kurang lebih sudah 12 km mencacah eceng gondok. Sifatnya ini pemeliharaan sungai dari eceng gondok," katanya.
Saikhu memerkirakan tiga hari lagi perahu garpu sendok sampai jembatan Kiringan dan siap mencacah eceng gondok.
"Informasi dari operator perahu sampai Blajo, timurnya Kiringan. Kira-kira tiga hari sampai jembatan Kiringan," ujarnya.
Saikhu menjelaskan, eceng gondok ini dicacah kecil. "Harapan pembuangan lancar," imbuhnya.
Kepala Dinas PU SDA Lamongan, Gunadi, menjelaskan, ada keterbatasan anggaran untuk mencacah eceng gondok di Sungai Blawi sepanjang 27 km.
"Sehingga perlu partisipasi seluruh elemen," katanya. (sip/yan)